Tour OK

Sudah cukup lama, sejak intenna pulang dari agenda tur promo album Helter Skelter. Kira-kira 14 bulan lalu, untuk pertama kalinya intenna tampil secara maraton dari kota ke kota (Yogyakarta, Solo, Purwokerto). Kebetulan pada saat itu, berbarengan dengan rombongan tur lain dari ibu kota. Tur perdana tersebut sedikit membikin linglung. Kami bahkan tidak sempat banyak basa … More Tour OK

intenna di ‘Just For A Day – A Homage To Slowdive’

Banyak kalangan memprediksi bahwa era shoegazing yang telah lama redup, akan kembali bangkit. Diperkuat dengan fakta bahwa beberapa dedengkot periode awal skena ini yang telah dan akan melangsungkan reuni. Diawali dengan kembalinya My Bloody Valentine dari hiatus, dengan merilis album ketiga mereka pada 2013 lalu. Momen itu diikuti dengan latahnya grup-grup lawas lain yang juga … More intenna di ‘Just For A Day – A Homage To Slowdive’

Half a Lie, di mana separuh dari cinta adalah keraguan

Awalnya, di lagu ini kami cuma bermain kata. Memperjelas ucapan dipadu dengan nada. Tidak ada kata umum, cuma kata ‘asal ucap’ berakhir huruf vokal sebagai rima. Seperti “aa wes soha”, atau “aa witchyu” yang tidak memiliki arti sama sekali. Hanya karena mudah dan terdengar enak diucapkan. Kemudian kami bertanya-tanya, apakah hal semacam itu masih bisa … More Half a Lie, di mana separuh dari cinta adalah keraguan

Sekilas cuplikan memori kekanakan pada Glimpse

Pada suatu hari kami bertemu dengan satu riff bernada riang. Segar mendapati sebuah momen untuk mengocok senar-senar dengan sabar. Terpikir sebuah aransemen sederhana kemudian. Beberapa kali kami diskusikan, satu persatu mendapat pengertian. Sedikit pembahasan hingga semua punya gambaran akan seperti apa lagu ini nantinya. Di studio kami mulai mencobanya, tanpa banyak bicara. Tidak sampai satu … More Sekilas cuplikan memori kekanakan pada Glimpse